Mari kita tingkatkan ketaqwaan
kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya;
yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu’alaihiwasallam serta
menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu’alaihiwasallam.
Hadirin yang semoga dimuliakan Allah…
Salah satu karakter menonjol syariat
Islam, adalah agama kita datang dengan membawa dan menjunjung tinggi kasih
sayang. Begitu banyak nas dari al-Qur’an maupun Sunnah yang menjelaskan hal
itu. Di antaranya:
Firman Allah ta’ala,
“وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً
لِلْعَالَمِيْنَ“
Artinya: “Kami tidaklah
mengutusmu (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat (kasih sayang) bagi
seluruh alam”. QS. Al-Anbiya’: 107.
Juga sabda Nabi-Nya shallallahu’alaihiwasallam,
“الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ،
ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ؛ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ”
“Orang-orang yang penyayang akan
disayangi Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah siapa yang ada di atas muka
bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh siapa yang ada di langit”. HR. Tirmidzi
dari Abdullah bin ‘Amr dan dinilai hasan sahih oleh Tirmidzy.