Aku sempat
berfikir kalau aku tidak pernah suka sama kamu, karena aku piker sebuah feeling
dalam sebuah hubunan itu sangat penting dan aku tidak mempunyai perasaan itu
sama kamu. Selama sama kamu aku hanya merasakan perasaan canggung. Kamu belum
bisa menjadi sahabat baik dengan perasaanku. Dan akhirnya aku memutuskan untuk
mengatakan padamu semua tentang perasaanku.
Kamupun marah dan
menghujat aku dengan perkataan yang keras. Kamu menjelaskan padaku kalau
menjalin suatu hubungan itu seperti iman. Kadang naik dan kadang turun kadar
cintanya. Kau membentakku, kamu berkata malas sudah mengejarku. Kamu bilang aku
yang mau di deketin kamu. Ohh… kamu piker aku apa? Ikan
asin?? Aku tidak bisa berkata-kata lagi. Yang ada dalam benakku kamu nggak serius
sama aku. Kamu hanya kepepet pacaran sama aku. Entah kenapa aku menjadi
berfikir seperti itu.
Saat semua keadaan
mereda. Kamu mau berkata pelan dan minta maaf padaku. Aku memaafkanmu, namun
perasaanku masih belum tenang. Banyak pikiran buruk tentangmu yang melanda pikiranku. Tapi kamu mau meyakinkanku.
Kamu tunjukkan keseriusanmu dan aku mau membuka hati dan pikiranku lagi. Aku mau
memperbaiki semuanya. Perlahan aku mencoba menumpuk dan menguatkan pikiran
positif tentang dirimu dan hubungan kita.
Saat di tengah
jalan aku mulai meyakinimu, kamu acuh padaku. Kamu terlalu sibuk, namun tak
sekalipun sms kamu kuterima. Kamu merasa aneh?? Apa?? Kamu bilang sama seperti
yang pernah aku rasakan? Apa-apaan ini?? Kamu membalasku?? Lalu apa maksud
kamu?? Dimana omongan kamu yang pernah menguatkan ku?? Aku nggak butuh kamu
balas seperti ini. Aku kira kamu akan menyayangiku dan menutupi segala
kekuranganku. Kamu sangat lemah. Kamu tidak benar-benar mencintaiku. Yang kamu
pikirkan hanya dirimu. Kamu EGOIS. Kamu terlalu jahat. Apa dengan kamu
memperlakukan aku seperti ini aku akan menangis dihadapanmu? Tidak akan!! Aku semakin
tau siapa dirimu. Cukup sampai disini kamu membalas sakit mu. Aku tidak
memerlukan manusia yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Aku hanya membutuhkan
manusia yang kuat hati dan perasaannya dalam membimbingku.
SEKIAN!!!!!
SEKIAN!!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar