Selasa, 08 April 2014


Perhiasan Dunia

Derap kakiku semakin mantap, seraya memandang ujung sepatu yang aku kenakan. Dalam benakku tak pernah terlintas sedikitpun jika aku mampu menjadi seorang mahasiswi. Aku tersenyum penuh syukur. Alloh SWT telah memberiku nikmat yang tiada tara. Alloh telah mengizinkan aku menjadi seorang muslimah yang senantiasa harus menjaga hijab. Sungguh, tak dapat aku menerka rencana-Mu Ya Alloh. Engkau lebih tau dan mengerti diri hamba.
Begitupun dengan jilbab yang aku kenakan, aku tak pernah menginginkan jilbab ini. Hingga sesuatu terjadi padaku..
Ketika itu, aku melihat deretan pengumuman kelulusan sekolah mengengah pertama. Aku lulus dengan nilai yang mampu membuat orangtuaku tersenyum puas. Namun, nilaiku itu tidak mampu merubah perekonomian keluargaku yang menengah kebawah. Aku pun pasrah ketika orangtuaku menyatakan bahwa mereka sudah tidak mampu lagi untuk menyekolahkanku ke jenjang yang lebih tinggi. Saat itu juga  aku memutuskan untuk bekerja. Sudah tidak ada harapan lagi untukku bersekolah.
Keajaiban datang tak terduga. Suatu malam aku mendapatkan tawaran sekolah dimana biayanya sebagian ditanggung oleh sebuah panti pelajar. Aku sangat senang sekaligus bingung. Aku akan jauh dari orangtuaku yang selama 15 tahun ini mengasuhku, karena aku harus tinggal di panti pelajar yang membiayaiku sekolah. Akhirnya aku mengokohkan tekadku, aku bersekolah di sebuah Madrasah Aliyah Negeri. Sebuah sekolah aliyah yang mengharuskan aku memakai jilbab, padahal aku sangat asing dengan sebuah jilbab.

Waktu bergulir begitu cepat. Hari-hari aku jalani di Madrasah Aliyah dan Ma’had di panti pelajar yang aku tinggali. Kedua tempat itu memberikan aku kesejukan tersendiri. Semua mengenalkanku tentang sebuah kehidupan yang harus kita persiapkan bekal yang banyak. Namun, hanya di Ma’had aku diajari tentang berhijab yang lebih detail. Aku pun mengerti apa arti jilbab yang sebenarnya. Jilbab, pakaian longgar yang menutupi seluruh tubuh. Bukan hanya penutup kepala yang sering aku lihat pada umumnya.
Aku bertekat untuk melebarkan jilababku saat di Madrasah Aliyah. Aku tidak perduli dengan tatapan mereka. Aku juga bersyukur karena aku duduk dengan teman yang mau menghargai aku. Begitupun teman-teman lainnya. Mereka lama kelamaan mulai menerima caraku berjilbab. Meski tak jarang dari mereka yang mecandaiku ”pakai jilbab apa gorden Din?” sapaan mereka hanya aku balas dengan senyum penuh keakraban.
Selama tiga tahun di Ma’had ilmuku telah bertambah, prinsip kebaikan mulai menguat. Pemotretan foto ijazah sudah diumumkan oleh waka kesiswaan. Namun, ada yang mengganjal dalam pengumuman itu, “Bagi wanita diharuskan melepas jilbabnya” , apa?? Aku langsung mendatangi waka kesiswaan. Aku memprotesnya, aku sangat tidak setuju kalau teman-teman harus melepaskan jilbab demi “foto” untuk apa??
Setelah aku bertemu dengannnya dan menanyakan alasan juga menegoisasi agar di ijinkan untuk foto ijazah memakai jilbab beliau hanya menjelaskan ala kadarnya yang membuat aku tidak puas dengan alasan itu,
“Ya memang peraturannya seperti itu. Kan telinganya harus kelihatan saat foto ijazah”
“Kalau saya foto tetap menggunakan jilbab bagaimana pak?”
“Saya sih tidak melarang, tapi kamu harus membuat surat pernyataan. Kan ada to perguruan tinggi tertentu yang harus mensyaratkan peraturan tertentu”
Aku sangat senang mendengar jawaban dari waka kesiswaan. Berarti aku msih bisa menjaga hijab ini. Alhamdulillah Ya Alloh.. sungguh nikmat karunia-Mu padaku.. aku tidak peduli akibat apa yang aku peroleh dari para manusia. Aku juga tidak menghiraukan kata waka kesiswaan yang mengucapkan ”sekolah tidak menanggung jika terjadi apa-apa denganmu.” Iya memang sekolah tidak akan pernah menanggung apa yang akan terjadi padaku, karena aku yakin Alloh yang akan selalu membantu dalam keadaan apapun. Toh jika aku mau melepaskan jlbabku sekolah juga tidak menanggung dosa yang menimpa diriku karena mau memamerkan aurat pada tukang foto dan yang melihatnya.
Aku yakin Alloh akan selalu menjaga ku. Alloh sudah menyiapakan sesuatu yang terbaik untukku. Aku teringat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah”
Ya Alloh.. mampukah aku menjadi perhiasan dunia?? Ya Alloh, kami telah mendzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi. Ya Rabb kami, janganlah Engkau menjadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau memberikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau,karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).
Benar saja, setelah aku lulus dengan nilai yang menggembirakan aku mendapat tawaran untuk mengambil beasiswa di Fakultas Agama Islam pada suatu Universitas ternama di Indonesia. Petualanganku akan semakin panjang. Dengan macam pemikiran yang harus aku pilah. Aku semakin bersemangat untuk mencari dan memperdalam agama islam. Semoga Alloh tetap memberikan kejernihan dalam pikiranku. Sehingga aku benar-benar menjadi perhiasan dunia, yakni wanita yang shalihah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar