Selasa, 14 Oktober 2014

MAKALAH FILSAFAT PANCASILA



MAKALAH
FILSAFAT PANCASILA
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
Dosen Pengampu :
DI SUSUN OLEH:
Andi Surianto                         (201310020311025)
Nila Cahya Romandiyah                    (201310020311053)
Halimatus Khalidawati Salma           (201310020311043)
Pandu Nur Husna                               (201310020311049)
Khotamurizal DZ                               (201310020311023)

JURUSAN SYARI’AH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
TAHUN AKADEMIK 2014-2015
BAB I
PENDAHULUAN

      A. Latar Belakang Masalah
Sebagai dasar negara, Pancasila kembali diuji ketahanannya dalam era reformasi sekarang. Merekahnya matahari bulan Juni 1945, 63 tahun yang lalu disambut dengan lahirnya sebuah konsepsi kenengaraan yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu lahirnya Pancasila.
Sebagai falsafah negara, tentu Pancasila ada yang merumuskannya. Pancasila memang merupakan karunia terbesar dari Allah SWT dan ternyata merupakan light-star bagi segenap bangsa Indonesia di masa-masa selanjutnya, baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan, juga sebagai alat pemersatu dalam hidup kerukunan berbangsa, serta sebagai pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari, dan yang jelas tadi telah diungkapkan sebagai dasar serta falsafah negara Republik Indonesia.
Pancasila telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia, terkecuali bagi mereka yang tidak Pancasilais. Pancasila lahir 1 Juni 1945, ditetapkan pada 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945. Bunyi dan ucapan Pancasila yang benar berdasarkan Inpres Nomor 12 tahun 1968 adalah satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dan kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sejarah Indonesia telah mencatat bahwa di antara tokoh perumus Pancasila itu ialah, Mr Mohammad Yamin, Prof Mr Soepomo, dan Ir Soekarno. Dapat dikemukakan mengapa Pancasila itu sakti dan selalu dapat bertahan dari guncangan kisruh politik di negara ini, yaitu pertama ialah karena secara intrinsik dalam Pancasila itu mengandung toleransi, dan siapa yang menantang Pancasila berarti dia menentang toleransi.
Kedua, Pancasila merupakan wadah yang cukup fleksibel, yang dapat mencakup faham-faham positif yang dianut oleh bangsa Indonesia, dan faham lain yang positif tersebut mempunyai keleluasaan yang cukup untuk memperkembangkan diri. Yang ketiga, karena sila-sila dari Pancasila itu terdiri dari nilai-nilai dan norma-norma yang positif sesuai dengan pandangan hidup bangsa Indonesia, dan nilai serta norma yang bertentangan, pasti akan ditolak oleh Pancasila, misalnya Atheisme dan segala bentuk kekafiran tak beragama akan ditolak oleh bangsa Indonesia yang bertuhan dan ber-agama.
Dengan demikian bahwa falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia agar menghormati, menghargai, menjaga dan menjalankan apa-apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya pahlawan proklamasi yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia ini. Sehingga baik golongan muda maupun tua tetap meyakini Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Kisahku (Edisi III)



Aku tau siapa diriku sekarang. Aku bukanlah remaja yang masih suka berpetualang untuk mencari ketulusan cinta. Aku sekarang adalah seorang wanita yang sudah harus memikirkan masa depan bersama lelaki pilihan. Ya, seperti apa yang terjadi dengan teman-teman ku saat ini. Usia 19 tahun menjelang 20 tahun adalah masa di mana seseorang harus memikirkan tentang sebuah keseriusan. Terlalu lama berpetualang akan membuat wanita kehilangan keanggunan jiwanya.
            Aku sadar bahwa aku bukanlah wanita yang begitu cantik dan dapat memikat setiap lelaki yang aku inginkan. Aku sangat senang karena lelaki yang memilihku sebagai wanita yang istimewa adalah lelaki yang tidak terbayangkan kelebihannya. Lelaki yang mampu membuat setiap wanita merasa iri karena kegeniusannya. Entah mengapa dia memilihku. Entah darimana bisikan hati itu berasal. Aku tidak perduli dengan alasan mengapa ia memilihku, yang aku tau dia begitu mencintaiku. Semoga saja itu bukan hanya ada dalam pemikiranku.
            Tuhan, tapi kenapa banyak sekali kabut yang menutupi hatiku. Banyak sekalipria di sekelilingku. Bukannya aku bimbang untuk memilih, namun aku hanya khawatir jika rasa ini akan goyah. Perasaan yang sulit hilang. Yah, aku memiliki sedikit perasaan istimewa kepada pria lain. Aku memang belum tau pasti apakah aku benar-benar mencintai priaku saat ini. Aku hanya memikirkan bahwa dia adalah laki-laki yang tepat untuk masa depanku. Meski rasa yang pernah tersangkut ini belum bisa sepenuhnya dilepaskan.

Jumat, 10 Oktober 2014

Kisah ku (edisi II)

Melihat teman-teman sebaya menikah, membuat aku sempat berfikir. Apakah mungkin aku akan mengalami hal yang sama?? Aku berfikir demikian karena aku merasa sulit menemukan seseorang yang sangat cocok untuk ku. Aku masih merasa waktu ku untuk bersenang-senang, tidak hal serius yang mampu mengarahkanku untuk berfikir tentang menikah. Aku juga heran dengan teman sebayaku yang sudah menikah. Apa yang mereka fikirkan tentang remaja yang baru berumur 18 atau 19 tahun?? Apakah remaja yang masih belia ini harus menggendong anak?? Oh, tidak.. akumasih merasa ngeri dengan pemikiran seperti itu. Banyak remaja-remaja yang masih pacaran saja sering kali putus hubungan. Hasrat untuk merasakan bebas itu masih besar. “itu pemikiranku 1-2 tahun yang lalu”
Namun, ketika aku tau ada seseorang yang benar-benar berwibawa jiwanya mendekatiku yang masi terombang ambing tenggelam oleh usia labil. Pertama dia mengucapkan kata yang tidak wajar dan itu membuatku merasa aneh, aku merasa tidak begitu nyaman. Harus kah aku menjalanu hubungan serius sekarang? Kuliah saja masih semester 3. Masih lama untuk lulus. Kalau aku serius berarti aku harus berkomitmen untuk satu dan bukan yang lain untuk selamanya. Lalu, bagaiman dengan mereka yang masih suka mendekati ku?? Apakah aku harus melepaskan mereka semua?? Pemikiran ala ABG yang meliputi ku. Aku memang masih labil, aku belum siap harus berada di rumah setiap saat.

Ternyata itu sesaat. Aku mencoba mendalami arti keseriusan. Aku belajar tentang kesetiaan. Aku sudah belajar serius. Aku meyakinkan diriku tentang apa yang dia katakana tentang keyakinan. Dan dia pun mampu membuat aku merasa yakin. Dia mampu membuat aku merasa sempurna. Seseorang yang mampu memvbuat aku untuk berkata-kata indah..