Jumat, 10 Oktober 2014

Kisah ku (edisi II)

Melihat teman-teman sebaya menikah, membuat aku sempat berfikir. Apakah mungkin aku akan mengalami hal yang sama?? Aku berfikir demikian karena aku merasa sulit menemukan seseorang yang sangat cocok untuk ku. Aku masih merasa waktu ku untuk bersenang-senang, tidak hal serius yang mampu mengarahkanku untuk berfikir tentang menikah. Aku juga heran dengan teman sebayaku yang sudah menikah. Apa yang mereka fikirkan tentang remaja yang baru berumur 18 atau 19 tahun?? Apakah remaja yang masih belia ini harus menggendong anak?? Oh, tidak.. akumasih merasa ngeri dengan pemikiran seperti itu. Banyak remaja-remaja yang masih pacaran saja sering kali putus hubungan. Hasrat untuk merasakan bebas itu masih besar. “itu pemikiranku 1-2 tahun yang lalu”
Namun, ketika aku tau ada seseorang yang benar-benar berwibawa jiwanya mendekatiku yang masi terombang ambing tenggelam oleh usia labil. Pertama dia mengucapkan kata yang tidak wajar dan itu membuatku merasa aneh, aku merasa tidak begitu nyaman. Harus kah aku menjalanu hubungan serius sekarang? Kuliah saja masih semester 3. Masih lama untuk lulus. Kalau aku serius berarti aku harus berkomitmen untuk satu dan bukan yang lain untuk selamanya. Lalu, bagaiman dengan mereka yang masih suka mendekati ku?? Apakah aku harus melepaskan mereka semua?? Pemikiran ala ABG yang meliputi ku. Aku memang masih labil, aku belum siap harus berada di rumah setiap saat.

Ternyata itu sesaat. Aku mencoba mendalami arti keseriusan. Aku belajar tentang kesetiaan. Aku sudah belajar serius. Aku meyakinkan diriku tentang apa yang dia katakana tentang keyakinan. Dan dia pun mampu membuat aku merasa yakin. Dia mampu membuat aku merasa sempurna. Seseorang yang mampu memvbuat aku untuk berkata-kata indah..

Untuk seseorang yang pernah memujiku, yang pernah mengatakan suka pada ku.
aku nggak tau jauh dalam lubuk hati kamu itu bagaimana dan seperti apa.
aku hanya mampu mendengar apa yang kamu katakan.
aku hanya mampu merasakan apa yang telah kamu berikan padaku. aku hanya mampu percaya.
aku hanya tidak ingin kecewa,dan aku juga berharap aku tidak salah dalam menerima semua ini.
semoga aku tidak salah menempatkan perasaan ini. dan yang aku tunggu saat ini adalah suatu hal yang mampu membuatku tidak ingin kehilanganmu.
hanya kamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar